MENJAGA HAFALAN

menjaga hafalan

Hai sobat ! Kali ini kita akan membahas “Bagaimana cara kita menghafal dan menjaga Al- Qur’an dengan mudah?” Yuk kita simak liputan wawancara berikut..

Bintang tamu kali ini adalah perempuan yang masih duduk di bangku SMP. Ia telah mencapai hafalan 20 juz. Ia bernama Muntaza Aida Aflah, yang biasa dipanggil Afa. Afa lahir di Malang, 17 oktober 2003. Ia tinggal di Desa Gasinan Sumberpasir-Pakis-Malang. Ia mulai menghafal di PPSQ ASY SYADZILI 2. Memang benar, menurutnya awal menghafal Al-Qur’an itu sulit dan mudah lupa.

W : “Bagaimana sih pertama kali cara menghafal Al-Qur’an dengan mudah?” 

A  : “Awalnya sih memang sulit, tidak mudah namanya, juga menghafal bukan membaca. Pertama,sebelum kita meghafal kita harus membacanya (binnadhor) Eiittss..binnadhornya juga harus benar bacaan dan tajwidnya. Setelah itu, baru mulai menghafal. Untuk menghafal, pasti yang aku lakukan adalah membaca berulang-ulang ayatnya, tidak langsung hafal. Selain cara tersebut, waktu juga mempengaruhi mudahnya menghafal. Saat malam hari atau pagi hari (saat suasana yang hening, tidak dikeramaian) itu yang tepat”

Nah,jadi kita tidak boleh bosan mengulang ayat Al-Qur’an yang kita baca, agar tidak lupa. Ternyata, waktu juga mempengaruhi saat kita menghafal. Sobat, dicoba ya..cara diatas tadi.

W : “Bagaimana cara menjaga hafalan yang kita dapat, agar  tidak lupa?”

A  : “Yang jelas, yang harus kita lakukan untuk menjaga hafalan agar tidak lupa, kita harus muroja’ah. Muroja’ah gak harus saat jam deresan saja loo!! Kita harus muroja’ah kapanpun agar tidak ada juz yang mati, menghidupkan juz mati lebih sulit loo..daripada membuat setoran. Pokoknya kita tidak boleh lepas dari kata MUROJA’AH. Yang kedua,meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT., dan hal-hal yang dapat mengakibatkan cepat lupa adalah melihat salib dan membaca batu maisan dikuburan”.

Dari wawancara diatas,kita dapat menyimpulkan bahwa menghafal dan menjaga hafalan sebenarnya mudah. Tergantung oleh niat kita dalam menghafal dan menjaga. Tak lupa pula juga kita tidak boleh lepas dari muroja’ah. Dimanapun dan kapanpun kita harus tetap muroja’ah.

Shobat.. kak Afa berpesan kepada kita, jangan malas-malas saat deresan dan setoran dan jangan mudah putus asa teruslah berusaha, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Sekian liputan wawancara dari kami, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Semoga kita dapat memberikan mahkota untuk kedua orang tua diakhirat kelak dan menjadi penghafal Al-Qur’an yang dapat mengamalkannya. Aamiin..

 (REP/DNHFI/ASYTLY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *